“KETIKA
SUARA TAK LAGI DIDENGAR”
Lama negeri ini menanti
Telah payah rakyat termenung
Orasi tinggal orasi
Menyisakan puing yang berserakan
Menambah rentetan harap yang
terus melayang
Suara itu
dulu memang emas
Suara
lembut membuai hati
Merasuk
sukma dan semua bukanlah fatamorgana
Dengarlah!!!!
Denting waktu diselimuti cuapan
Menggema hingga kepenjuru Nusa
Namun kau temukankah kami
bahagia???
Orasi
hanya tinggal orasi
Ketika
suara tak lagi emas
Ketika
kami lelah bermain dibalik layar
Tintalah
yang berbicara
Tinta mengalir lembut dengan
kehalusan
Tak ada janji yang mengundang
harap
Tak ada bising yang membawa lelah
Hanya semangat yang tinta
goreskan
Karena Kau dan aku bukanlah
pengharap
Si hitam
pekat yang kan memautkan hati
Tak ada
janji yang mengundang harap
Tak ada
bising yang membawa lelah
Hanya
semangat yang digoreskan
Kau tak pantas jadi penonton
Dan kau jauh di atas tak pantas
jika bertapa di balik layar
Ketika suara tak lagi didengar
Kau adalah tameng tuk kobarkan
hati yang lelah
Kelembutan berpadu karya
Kau kan mampu kepalkan tangan
“Satu
Jam Menulis Serentak Milad FLP”
Kurnia,
26 Februari 2012
Di
suatu tempat, jauh dari rumah yang selalu ku rindukan