Minggu, 07 Oktober 2012


“KETIKA SUARA TAK LAGI DIDENGAR”
Lama negeri ini menanti
Telah payah rakyat termenung
Orasi tinggal orasi
Menyisakan puing yang berserakan
Menambah rentetan harap yang terus melayang
Suara itu dulu memang emas
Suara lembut membuai hati
Merasuk sukma dan semua bukanlah fatamorgana
Dengarlah!!!!
Denting waktu diselimuti cuapan
Menggema hingga kepenjuru Nusa
Namun kau temukankah kami bahagia???
Orasi hanya tinggal orasi
Ketika suara tak lagi emas
Ketika kami lelah bermain dibalik layar
Tintalah yang berbicara
Tinta mengalir lembut dengan kehalusan
Tak ada janji yang mengundang harap
Tak ada bising yang membawa lelah
Hanya semangat yang tinta goreskan
Karena Kau dan aku bukanlah pengharap
Si hitam pekat yang kan memautkan hati
Tak ada janji yang mengundang harap
Tak ada bising yang membawa lelah
Hanya semangat yang digoreskan
Kau tak pantas jadi penonton
Dan kau jauh di atas tak pantas jika bertapa di balik layar
Ketika suara tak lagi didengar
Kau adalah tameng tuk kobarkan hati yang lelah
Kelembutan berpadu  karya
Kau kan mampu kepalkan tangan
“Satu Jam Menulis Serentak Milad FLP”
Kurnia, 26 Februari 2012
Di suatu tempat, jauh dari rumah yang selalu ku rindukan