Rabu, 08 April 2015

"TERSADAR"

Ada yang hilang...
sekejap-sekejap
ada yang hilang...
              bising itu redup
              gemuruh tak berarah
              ada yang hilang...
pengeras suara seolah bisu
waktu tak kuasa ayunkan lengan
ada yang hilang...
              semua tergantung membisu
              meninggalkan kepingan puzzle kenangan
              tak puaskah?
              terlalu payahkah?
              ada yang hilang...
lintasan cahaya layangkan tabir
ada yang hilang...
mengendap direlung yang dalam
menguap terobos hamparan
tetaplah, ada yang hilang...

Selasa, 20 Januari 2015


 









 Layar membusung terkembang
Bahtera lalaikan tepi
Hempas ombak belah samudera
kau bukan siapa siapa
                Birumu kan tetap biru
                Merah dan putih itu kepalsuan
                Kau bukan siapa siapa
Rendah membiru
Tinggi memutih
Kau bukan siapa siapa
                Terbang membelah awan
                Jatuh memecah samudera
                Kau bukan siapa siapa

Minggu, 29 September 2013



“BADAI”
ditengah gurun kehidupan
Kau hadir bak mata air yang menyejukkan
Setiap kata yang terlontar meleraikan api permusuhan
Setiap gerak membangkitkan hati yang terkunci
Bertahan dari derasnya badai isme-isme
Tak membuat hijabmu terusik walau seujung benang
Aura keimanan terang terpancar
Keteladanan yang kau jadikan modal
Maka gurunpun terasa dingin oleh terik mentari
Akhwat
Hijabmu nampak kokoh, meski gurun diterpa badai
Kau buktikan cinta kepada Sang pemilik semesta
Kau tenangkan hati-hati yang gundah gulana
Berkas cahaya itu muncul bersama lakumu
Jikapun esok badai berhembus
Add caption
Isme-isme kencang kembali bertiup
Hijab kokoh itulah kekuatanmu
Karya: Annisa ‘KWF’




“MAHKOTA BEROMBAK”
Suwir bergerai menghitam
Memekat lantas luruh dibahuku
Gersang lalu panas
Teriak ayat merambat dari jantung sampai daun telingaku
Percikan api akan membakar menggunduli rimbaku
Kepulan putih-putih
Seperti asap di tengah lautan
Lalu liput oleh gelombang demi gelombang
Berlapis-senyap lalu tentram
bagai air mata dalam bejana
               Karya : Thaibah

Minggu, 02 Desember 2012


PERJALANAN

Ya ALLAH
Hanya Engkau yang Maha Memautkan
Hanya Engkau yang Maha Memelihara
Dan hanya E ngkau yang Maha Mengabadikan

Telah 2 tahun ternyata jalan ini dilewati
Mulai dari jara yang begitu jauh dari Mu
Mulai dari hati yang kerqas membatu
Malai dari jiwa yang kering dari sejuknya keimanan

Melalui sebuah perjumpaan
Berlandaskan ukhuwah dan ridho dari-Mu
Kini cahaya itu mulai memancar
Angin begitu sejuk mengiring setiap langkah
Selalu mengingatkan untk kebaikan

Kini hanya satu di hati
Hanya ada satu rindu
Hanya ada satu visi
hanya ada satu cita
Allah Ghayatuna

Di kain tergelar
Tak terjangkau ke belakang & tak berujung ke depan
Begitu banyak goresan warna telah terukir
Pelangi mengukir senyum dan kebahagiaan
 Hitampun turut terukir perwakilan kelam

Disaat gelaran kain itu tak dilewati lagi
Dia akan tergelar untuk mereka selanjutnya
Kain yang dilalui telah beerpiindah
Maka kain akan diariskan

Persaudaran yang tak akan pernah terlupakan
Kerinduan akan sebuah perjuangan karena-NYA
Meski jarak memisahkan
 Meski waku melerakan
Namun kenangan kan terus menyatkan
Dan do’a kepada-Nya yang kembali mmenyatukan

Hingga mimpi kan digapai
Hingga cita dalam genggaman
Dan bahagia ketika bersua denga-Nya….
Utukmu busur-busur panah yang selalu siap ditembakkan

23 Juni 2012, 00.55 WITA

Minggu, 07 Oktober 2012


“KETIKA SUARA TAK LAGI DIDENGAR”
Lama negeri ini menanti
Telah payah rakyat termenung
Orasi tinggal orasi
Menyisakan puing yang berserakan
Menambah rentetan harap yang terus melayang
Suara itu dulu memang emas
Suara lembut membuai hati
Merasuk sukma dan semua bukanlah fatamorgana
Dengarlah!!!!
Denting waktu diselimuti cuapan
Menggema hingga kepenjuru Nusa
Namun kau temukankah kami bahagia???
Orasi hanya tinggal orasi
Ketika suara tak lagi emas
Ketika kami lelah bermain dibalik layar
Tintalah yang berbicara
Tinta mengalir lembut dengan kehalusan
Tak ada janji yang mengundang harap
Tak ada bising yang membawa lelah
Hanya semangat yang tinta goreskan
Karena Kau dan aku bukanlah pengharap
Si hitam pekat yang kan memautkan hati
Tak ada janji yang mengundang harap
Tak ada bising yang membawa lelah
Hanya semangat yang digoreskan
Kau tak pantas jadi penonton
Dan kau jauh di atas tak pantas jika bertapa di balik layar
Ketika suara tak lagi didengar
Kau adalah tameng tuk kobarkan hati yang lelah
Kelembutan berpadu  karya
Kau kan mampu kepalkan tangan
“Satu Jam Menulis Serentak Milad FLP”
Kurnia, 26 Februari 2012
Di suatu tempat, jauh dari rumah yang selalu ku rindukan

Senin, 03 September 2012






^^V






Untuk Diri Kita
Untuk Kedua Orang Tua
Untuk Keluarga
Untuk Sahabat-sahabat
Untuk Daerah Kelahiran
Untuk Bangsa & Negara
Untuk Agama Tercinta
Unrtuk Hidup yang Lebih Baik
..........................